Panduan Lengkap ERP System: Manfaat, Tips Implementasi, FAQ
Dalam era kompetisi bisnis yang kian dinamis, kecepatan dalam mengambil keputusan berbasis data bukan lagi sekadar keunggulan, melainkan sebuah kebutuhan. Namun, banyak perusahaan yang masih terjebak dalam operasional yang terfragmentasi, di mana data tiap divisi dikelola secara terpisah. Di sinilah peran ERP system sebagai tulang punggung digital yang menyatukan seluruh fungsi bisnis ke dalam satu platform terintegrasi.
Lebih dari sekadar perangkat lunak, sistem ERP (Enterprise Resource Planning) adalah kunci untuk menghilangkan sekat-sekat departemen dan menciptakan efisiensi yang berkelanjutan. Namun, untuk mengadopsi teknologi ini bukan tanpa tantangan; diperlukan strategi yang matang agar investasi besar ini tidak berujung pada kegagalan teknis. Melalui panduan lengkap ini, kita akan mengeksplorasi manfaat, tantangan, langkah-langkah implementasi yang tepat, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial seputar sistem ERP yang perlu Anda pahami sebelum memulai transformasi digital di tahun ini.
Apa Itu ERP System dan Bagaimana Cara Kerjanya
ERP system adalah singkatan dari Enterprise Resource Management system, atau dalam bahasa Indonesia disebut sistem perencanaan sumber daya manusia. Ini adalah perangkat lunak terintegrasi untuk mengumpulkan dan mengelola data-data operasional dan manajemen antar divisi dalam satu pusat dan saling terintegrasi untuk mempermudah pengolahan data dan informasi. Misalnya jika sebelumnya departemen keuangan, SDM, penjualan, dan gudang masing-masing menggunakan software yang berbeda, maka software ERP menggabungkan semuanya ke dalam satu platform sistem terintegrasi.
Konsep cara kerja ERP mirip seperti “sistem saraf pusat” di mana ERP adalah database terpusat di mana data-data dari divisi yang berbeda diinput ke dalam satu sistem yang sama sehingga mempermudah akses informasi tiap pengguna antar bagian dan menghasilkan laporan real time yang dapat dilihat hasilnya dengan instan.
Model-model ERP System
Enterprise Resource Planning system (ERP system) menjadi salah satu kunci yang mendukung pertumbuhan perusahaan karena meningkatkan efisiensi kinerja karyawan dan perusahaan. Dan seperti teknologi lain pada umumnya, ERP sendiri mengalami inovasi perubahan dari segi implementasi hingga dikenal 3 jenis sistem ERP yaitu on-premise ERP, cloud ERP dan hybrid ERP.
1. Sistem ERP On-Premise
On-premise ERP adalah program ERP yang diinstal di server dan perangkat keras perusahaan, dan dikelola langsung oleh tim IT perusahaan. Dalam hal ini perusahaan memiliki kendali penuh atas data yang dimiliki, namun juga harus mengelola standar keamanan data secara internal. Tipe ERP on-premise ini adalah model ERP yang dijalankan sejak awal sistem ERP dikembangkan.
Keunggulan:
- Perusahaan memiliki kendali penuh untuk semua hal, mulai dari data, bagaimana sistem dijalankan, akses pengguna, dan standar keamanannya.
- Modifikasi program ERP detail sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan bahkan menghubungkan sistem ERP dengan mesin-mesin di pabrik.
- Tidak tergantung dengan kondisi internet karena server dijalankan internal hanya di area perusahaan. Cocok untuk lokasi operasional yang berada di daerah terpencil yang kurang terjangkau internet.
Kekurangan:
- Memerlukan biaya instalasi di awal yang cukup besar meliputi pemasangan server, perangkat keras, sistem penyimpanan dan lainnya.
- Dikarenakan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan perusahaan, maka perusahaan harus mencari dan menggaji tim IT yang benar professional untuk melakukan tugas-tugas pemeliharaan sistem.
- Akses tidak fleksibel karena on-premise dirancang hanya dapat diakses dalam lingkup perusahaan saja dan tidak dapat melakukan pekerjaan dari rumah (WFH).
2. Cloud ERP System
Kebalikan dari on-premise ERP, cloud ERP adalah software ERP yang digunakan dengan menggunakan akses internet tanpa perlu membangun server internal karena data disimpan di dalam server cloud. ERP model cloud disebut juga SaaS (Software as a Service) di mana perusahaan menggunakan ERP sebagai jasa dari penyedia dengan sistem berlangganan. Akses software ERP cloud ini dapat dilakukan di mana saja selama terhubung dengan internet.
Keunggulan:
- Biaya awal yang rendah karena tidak perlu membeli server dan infrastruktur fisik yang mahal.
- Tidak perlu lama menunggu sistem dibangun karena ERP model cloud sudah siap dipakai.
- Tidak pusing memikirkan biaya dan prosedur pemeliharaan atau pembaruan karena sudah ditanggung oleh penyedia layanan
- Akses data yang mudah dari mana saja dan kapan saja, namun tetap terjamin keamanan datanya.
Kekurangan:
- Membutuhkan akses internet setiap kali akan menggunakan sistem.
- Kustomisasi dan modifikasi sistem tidak seleluasa on-premise ERP.
- Isu keamanan dan kepemilikan data bagi beberapa perusahaan tertentu khususnya industri perbankan pemerintahan.
3. Hybrid ERP System
ERP system model hybrid adalah ERP yang menggabungkan kekuatan on-premise dan cloud, yaitu dengan mengambil kelebihan dari masing-masing model sistem untuk mengatasi kelemahan dari salah satunya. Misalnya, perusahaan membutuhkan sistem ERP on-premise untuk kepemilikan data, namun juga membutuhkan program erp model cloud untuk akses yang fleksibel.
Keunggulan:
- Mendapatkan sistem impian yang merupakan gabungan dari kelebihan kedua model sistem.
- Keamanan data ganda karena data disimpan di server internal sekaligus back up dari server cloud.
- Dapat mengatur modul-modul dan fungsi tertentu yang dioperasikan internal dan cloud.
Kekurangan:
- Integrasi yang kompleks di mana server lokal dan cloud harus saling menarik data secara real sehingga rancangan sistem harus dilakukan sempurna agar tidak terjadi kesalahan.
- Biaya ganda di mana Anda harus membangun server lokal sekaligus berlangganan cloud ERP.
- Harus memiliki tim IT yang memiliki pengetahuan luas mengelola on-premise ERP dan Cloud ERP.
Tabel Perbandingan Model ERP On-Premise, Cloud dan Hybrid
| Fitur | On-Premise | Cloud (SaaS) | Hybrid |
|---|---|---|---|
| Lokasi Server | Di kantor sendiri (lokal) | Di server penyedia cloud | Gabungan lokal & cloud |
| Biaya Awal | Tinggi (beli server & lisensi) | Rendah (sistem langganan) | Menengah (tergantung porsi) |
| Kontrol & Keamanan | Penuh di tangan perusahaan | Dikelola oleh penyedia | Variabel (beberapa data lokal) |
| Pembaruan | Manual dan sering kali sulit | Otomatis dari penyedia | Tergantung modulnya |
| Kecepatan Implementasi | Lambat (butuh setup hardware) | Sangat cepat | Menengah |
Modul Utama dalam ERP System
Program ERP pada dasarnya adalah penggabungan dari beberapa modul ke dalam satu sistem dan dapat dipilih atau digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Modul-modul yang disediakan beragam, tergantung pada produk brand tiap ERP atau dapat juga dikembangkan berdasarkan permintaan perusahaan. Namun secara umum, modul-modul yang tersedia dalam satu sistem ERP adalah sebagai berikut:
1. Modul Pengelolaan Stok (Inventory Management)
Modul pengelolaan stok atau inventory management berfungsi untuk memantau persediaan stok barang, mulai dari stok masuk, stok keluar, dan sisa stok yang tersedia di gudang. Modul ini paling banyak dicari dalam ERP system dan dibutuhkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri retail dan manufaktur untuk mengecek persediaan barang yang dijual sehingga tidak mengalami kekurangan dan kelebihan stok. Modul pengelolaan stok ini memiliki beberapa fungsi khusus yang dibutuhkan untuk pengelolaan stok yang lancar, seperti laporan stok masuk dan keluar secara real time, safety stock atau stok aman, barcode, no seri/lot dan fungsi-fungsi lainnya yang dibutuhkan memantau pergerakan stok yang efektif.
2. Modul Keuangan dan Akuntansi
Laporan keuangan perusahaan adalah tulang punggung perusahaan di mana keadaan dan masa depan perusahaan dapat dilihat berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan transparan, dibutuhkan sistem akuntansi yang transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan. Oleh karena itu modul akuntansi penting untuk tersedia dalam sistem ERP untuk mengelola arus kas, utang piutang, dan laporan keuangan seperti neraca keuangan dan laporan laba rugi. Modul akuntansi di ERP pada dasarnya sama seperti software akuntansi, namun bedanya software akuntansi ini menjadi bagian dari ERP system dan dapat digunakan bersama modul lain. Fitur yang disediakan dalam modul akuntansi umumnya meliputi jurnal pencatatan transaksi, pengelolaan utang piutang, anggaran, dan output laporan keuangan. Pengelolaan akuntansi dengan menggunakan sistem ERP membantu mengurangi kesalahan manusia (human error), meningkatkan transparansi data dan hasil laporan yang dapat dilihat dengan cepat tanpa harus menghabiskan waktu untuk menghitung ulang data.
3. Modul Penjualan
Modul penjualan dalam software ERP berfungsi untuk mencatat transaksi penjualan perusahaan sehari-hari dan mengumpulkan datanya untuk diolah menjadi berbagai laporan yang dibutuhkan. Hasil penjualan penting untuk dicatat dan dihitung karena menjadi sumber pemasukan utama untuk tiap perusahaan sehingga pengelolaan datanya sangat membantu untuk memperkiraan pendapatan dan analisis trend pasar terkini. Fitur-fitur penjualan dirancang tidak hanya sekedar mencatat penjualan yang berhasil terjual, namun juga alur penjualan mulai dari penawaran, pesanan dan perencanaan atau target penjualan. Data-data yang diinput ke modul penjualan juga dapat terhubung ke dalam modul akuntansi sehingga otomatis tercatat dalam laporan paba rugi dan pengelolaan piutang dan secara otomatis mencetak invoice penjualan.
4. Modul Pembelian
Beberapa perusahaan memiliki prosedur pembelian atau pengadaan yang bertahap. Misalnya dimulai dengan pengajuan pembelian – persetujuan – banding harga – PO – stok diterima. Modul pembelian dalam sistem ERP dapat digunakan untuk memenuhi langkah-langkah tersebut sehingga pelacakan alur proses pekerjaan dapat dilakukan dengan otomatis dan terarah. Fitur-fitur yang tersedia di menu pembelian dirancang untuk memenuhi kebutuhan tim pengadaan dan dapat terintegrasi dengan menu lainnya seperti akuntansi dan inventaris. Misalnya, setelah pembelian dilakukan, stok akan bertambah dan otomatis terjurnal ke akun pembelian di modul akuntansi. Selain itu, kita dapat mengecek pembelian yang belum diterima atau masih dalam proses PO (Purchase Order) dan otomatis menerima pemberitahuan begitu barang diterima.
5. Modul SDM dan Penggajian
Modul ini digunakan oleh tim HRD untuk mengelola resource management seperti database karyawan yang meliputi nomor identitas kewarganegaraan, no telepon, dan data-data lainnya yang biasanya dibutuhkan tim SDM sebagai prosedur pencatatan karyawan. File-file seperti CV, sertifikat dan surat keterangan lainnya juga dapat disimpan di modul ini untuk memudahkan pencarian. Dan selain pengelolaan database karyawan, perhitungan gaji dan pembuatan slip gaji juga dapat dilakukan di modul ini dan terhubung langsung ke penjurnalan akuntansi sehingga memudahkan alur antar tim.
6. Modul Manufaktur
Dengan menggunakan modul manufaktur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dapat mengelola seluruh proses produksi yang dijalankan oleh perusahaan. Modul ini mendukung fungsi rencana produksi, perhitungan bahan yang dibutuhkan, serta pencatatan proses produksi WIP (barang setengah jadi) dan barang jadi. Selain itu kita dapat memantau alur tiap pesanan produksi sudah sampai di proses mana lewat fitur Job Order (surat perintah kerja), dan otomatis menghitung bahan yang dikonsumsi lewat fitur BOM (Bill of Material).
Manfaat ERP System untuk Efisiensi Bisnis Modern
1. Integrasi Data dan Proses Bisnis
Manfaat yang paling terasa dari menggunakan sistem ERP adalah integrasi data dan proses bisnis. Sistem ERP memungkinkan seluruh departemen dan divisi dalam perusahaan menggunakan satu basis data yang sama. Dengan demikian, data yang dihasilkan menjadi lebih konsisten, akurat dan mudah diakses. Integrasi ini juga menghindari kesalahpahaman antar divisi, mengurangi duplikasi data dan meminimalkan kesalahan akibat perbedaan informasi antar departemen.
2. Otomatisasi Pekerjaan
Sebelum menggunakan ERP system, tim bekerja menginput data secara manual dengan menggunakan kertas atau excel di mana butuh pengerjaan berulang ketika mengumpulkan data dan menghabiskan waktu untuk membuat laporan dibutuhkan. Ketika menggunakan ERP, segalanya dilakukan serba otomatis, mulai dari penginputan data, proses pekerjaan hingga output laporan semua dilakukan menggunakan sistem di mana data saling terintegrasi. Misalnya, ketika menginput penjualan, sistem secara otomatis memotong stok, menerbitkan faktur dan invoice, melakukan jurnal akuntansi dalam satu sistem terpadu tanpa perlu secara manual mengonfirmasi proses pekerjaan dari tiap divisi. Proses otomatisasi tentunya akan sangat membantu tim dan meningkatkan efisiensi pekerjaan dan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan.
3. Meningkatkan Kontrol dan Transparansi
Dengan menggunakan ERP system, aktivitas dan transaksi perusahaan dapat dipantau langsung melalui sistem mulai dari persediaan barang, arus kas, laporan penjualan, hingga kinerja karyawan secara menyeluruh. Semua data yang diinput karyawan akan terupdate secara real time, sehingga manajer atau pimpinan dapat langsung mengecek ke dalam sistem untuk mengecek data dan laporan. Semuanya dapat dilihat secara transparan dan meminimalkan risiko kecurangan dan kesalahan operasional.
4. Peningkatan Layanan dan Kepuasan Pelanggan
Lewat data yang terintegrasi, perusahaan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan cepat. Ketika menggunakan software ERP, efisiensi pekerjaan karyawan akan meningkat sehingga mereka dapat mengerjakan hal-hal yang dibutuhkan dengan cepat termasuk merespon pertanyaan dan kebutuhan pelanggan dengan baik. Selain itu, karena data disimpan dalam satu sistem akan memudahkan pelacakan informasi mengenai pesanan dan stok sehingga kualitas layanan pun meningkat.
5. Membantu Pertumbuhan Perusahaan
Menggunakan program ERP membantu pekerjaan lebih otomatis dan mencapai efisiensi kinerja yang baik sehingga mendukung perusahaan untuk lebih bertumbuh dan berkembang. Dengan adanya sistem ERP, pimpinan dapat memantau keseluruhan proses pekerjaan sehingga dapat membantu untuk pengambilan keputusan yang efektif dan membawa perubahan pesat bagi perusahaan.
Kesalahan Umum Saat Implementasi Program ERP
Berbagai manfaat di atas membuktikan ERP system adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi pertumbuhan bisnis. Namun, untuk mengubah potensi manfaat tersebut menjadi hasil nyata, perusahaan harus melewati fase krusial yang penuh tantangan. Tidak sedikit perusahaan yang mengalami kendala ketika mengadopsi sistem ERP ke dalam perusahaan yang berujung pada risiko kegagalan. Kesalahan fatal dalam implementasi ERP adalah menganggapnya sebagai proyek IT. Sejatinya, ERP adalah transformasi bisnis yang melibatkan perubahan perilaku seluruh organisasi. Memahami tantangan implementasi program ERP sejak awal akan membantu Anda memitigasi risiko kegagalan yang sering dihadapi oleh banyak perusahaan.
1. Resistensi Perubahan Budaya Kerja
Transisi menggunakan sistem ERP dari yang sebelumnya manual membawa beberapa konflik bagi sebagian karyawan, terutama bagi yang tidak terbiasa menggunakan Komputer atau teknologi akan merasa enggan meninggalkan metode manual atau excel karena sudah terbiasa. Sistem secanggih apa pun tidak dapat berjalan apabila sumber daya manusia yang mengerjakannya tidak maksimal menggunakannya karena ERP menuntut kedisiplinan input data.
2. Kualitas Data yang Buruk (Bad Data In, Bad Data Out)
Permasalahan sumber data yang tidak lengkap juga kerap menjadi hambatan dalam implementasi program ERP. Jika data awal yang dimasukkan dari sistem lama tidak lengkap dan berantakan, tentunya akan mempengaruhi hasil laporan yang tidak mamadai walau sistem ERP yang digunakan sangat bagus.
3. Kurangnya Dukungan Manajemen Eksekutif
Salah satu hal yang menyebabkan konflik karyawan enggan beralih atau enggan mempelajari sistem ERP adalah karena pimpinan perusahaan tidak terlibat aktif mendukung peralihan ini. Jika pimpinan perusahaan tidak terlibat aktif, karyawan cenderung melihat ERP sebagai beban tambahan, bukan sebagai solusi. Saat melakukan proses implementasi, perbedaan sudut pandang, perubahan prosedur dan konflik lainnya kerap terjadi karena timbulnya perubahan budaya kerja. Di sinilah peran pimpinan perusahaan dibutuhkan untuk menjadi pengambil keputusan dan penengah konflik antar karyawan agar implementasi tidak hanya menjadi sebuah proyek mangkrak.
4. Terlalu Banyak Kustomisasi
Kadang perusahaan memaksakan untuk membuat sistem ERP mengikuti proses lama yang tidak efisien alih-alih menyesuaikan alur kerja mereka dengan best practice yang ditawarkan sistem. Terlalu banyak melakukan kustomisasi pada sistem sering kali menjadi “jebakan maut” dalam proyek ERP. Selain menghabiskan waktu dan biaya, kustomisasi berlebih dapat menyebabkan risiko eror pada saat upgrade atau konfigurasi ke fungsi lainnya di masa depan.
Langkah-langkah Strategi Implementansi ERP System yang Efektif
Berbagai tantangan tersebut memang terlihat kompleks, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Mengetahui kemungkinan kesalahan umum yang terjadi dapat menjadi kunci awal untuk sukses menerapkan sistem ERP di perusahaan Anda. Kegagalan implementasi biasanya terjadi bukan karena sistem yang buruk, melainkan karena kurangnya perencanaan yang matang. Agar proses transisi digital Anda berjalan mulus, berikut adalah beberapa tips implementasi ERP system yang efektif untuk dapat Anda terapkan di perusahaan Anda.
1. Lakukan Perencanaan Alur Bisnis Terlebih Dahulu
Dimulai dari sebelum memilih sistem, petakan alur kerja tiap departemen secara detail. Identifikasi dan analisa masalah apa saja yang selama ini menghambat pekerjaan dan faktor yang membuat pekerjaan tidak efisien. Misalnya, di divisi gudang atau inventory selalu mengalami masalah selisih stok dan pencatatan manual tidak akurat. Atau departemen keuangan kesulitan melacak data utang dan piutang sehingga laporan arus kas kurang akurat. Berangkat dari identifikasi masalah, selanjutnya kita dapat mengetahui fokus dan kebutuhan utama yang benar-benar ingin dicapai lewat menggunakan sistem ERP.
2. Pilih Tim Implementasi Internal
Tunjuk perwakilan dari setiap divisi (gudang, keuangan, SDM, dll.) untuk menjadi penanggung jawab implementasi sistem ERP di bagiannya masing-masing. Peran manajemen eksekutif memang dibutuhkan, namun manajemen tidak dapat selalu hadir memantau perkembangan sehingga dibutuhkan satu orang perwakilan untuk mengawasi langsung penerapan sistem ERP ke dalam kehidupan sehari-hari karyawan. Perwakilan ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk selangkah di depan memahami alur kerja sistem sekaligus membimbing rekan sejawatnya untuk cepat beradaptasi menggunakan sistem ke dalam pekerjaan sehari-hari. Dan jika ditemukan kendala, perwakilan dapat langsung melapor ke manajemen atas untuk meminta saran dan arahan kebijakan yang terbaik.
3. Pendekatan Bertahap (Phased Approach)
Setelah menunjuk tim perwakilan, lakukan pendekatan implementasi modul secara bertahap, jangan langsung mengaktifkan semua modul sekaligus, misalnya dimulai dengan modul inti seperti stok dan akuntansi. Fokus pada pemahaman dan penginputan data ke dua modul ini, baru kemudian menambahkan modul lain setelah tim mulai stabil. Buatlah program pelatihan sistem ERP yang berkelanjutan dan bertahap untuk tim super admin yang ditunjuk sehingga setelah lancar menggunakan sistem, tim ini dapat mengajarkan rekan divisi yang lain untuk mencoba menggunakan program ERP juga.
4. Pembersihan Data (Data Cleansing)
Sebelum melakukan transisi antara sistem lama dan baru, pastikan data yang diinput ke sistem ERP yang baru adalah data yang benar-benar akurat dan digunakan. Contohnya, saat memasukkan data stok barang, masukkan data barang yang saat ini aktif digunakan saja dan hapus data ganda. Perbarui juga informasi data pelanggan, vendor, dan data barang, dan pisahkan data yang sudah tidak aktif lagi. Dengan melakukan pembaruan data seperti ini, hasil yang didapatkan akan jauh lebih baik dan implementasi berjalan lebih fokus dan lancar.
5. Uji Coba Sistem Menyeluruh
Lakukan User Acceptance Test (UAT) secara menyeluruh sebelum benar-benar digunakan live. Pastikan semua fungsi dapat digunakan dan tidak ada masalah pada saat masa uji coba sehingga ketika ditemukan kendala dapat segera melaporkan ke pihak developer sistem. Sebagai saran, gunakan data asli dan lakukan simulasi yang biasa dilakukan untuk memastikan output yang diterima benar-benar sesuai keinginan serta tidak ditemukan kesalahan-kesalahan sistem sebelum program ERP benar-benar digunakan secara nyata.
FAQ Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar ERP System
Setelah memahami tentang cara kerja, manfaat, jenis, hingga ke tantangan dan strategi implementasinya, mungkin masih ada yang memiliki pertanyaan terkait ERP system ini. Berikut kami susun pertanyaan yang sering diajukan mengenai ERP System di bagian FAQ ini.
Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan software ERP?
Anda dapat mulai mempertimbangkan menggunakan software ERP jika merasa perusahaan mulai merasa kesulitan mengelola data yang terlalu banyak, sering terjadi human error, merasa laporan-laporan yang diterima kurang akurat dan transparan. Atau, jika merasa perusahaan mengalami pertumbuhan dan ingin sistem yang berjalan saat ini lebih rapi pengelolaan datanya.
Apakah hanya perusahaan besar yang dapat menggunakan ERP?
Tidak lagi. Kebutuhan untuk otomatisasi pekerjaan saat ini tidak hanya terbatas perusahaan besar, namun usaha-usaha kecil dan menengah yang berkembang juga memiliki potensi untuk menggunakan sistem ERP. Terlebih dengan adanya inovasi cloud erp system yang berbasis internet menghadirkan erp system yang mudah dikostumisasi dengan harga terjangkau.
Berapa biaya menggunakan software ERP?
Biaya penggunaan software ERP beragam tergantung dari jenis yang dipilih. Umumnya, ERP on-premise memiliki harga yang cenderung mahal karena butuh untuk pemasangan infrastruktur internal dan biaya pengembangan sistem. Cloud ERP memiliki biaya yang cukup rendah karena tidak perlu biaya tambahan untuk pemasangan server internal. Untuk harga masing-masing jenis pun beragam karena di Indonesia pasar ERP cukup bersaing dari segi harga maupun fitur yang ditawarkan sehingga diperlukan pemilihan yang cermat untuk memilih sistem ERP yang tepat sesuai budget dan kebutuhan.
Bagaimana keamanan data di cloud ERP?
Umumnya penyedia layanan cloud ERP yang terkemuka menjamin keamanan datanya seperti memiliki sertifikasi ISO27001, enkripsi data, pengaturan keamanan internal sistem, login 2 langkah, dan lainnya.
Berapa lama waktu implementasi ERP?
Berbeda-beda, tergantung model ERP program yang digunakan dan kebutuhan perusahaan. Umumnya perusahaan besar menggunakan ERP on-premise dan membutuhkan waktu mungkin sekitar 1-2 tahun untuk membangun infrastruktur sistem dan penginstalan sistem. Untuk model ERP cloud, implementasi dapat lebih cepat dijalankan 3-6 bulan karena sistem sudah siap pakai, namun jika kebutuhan lebih kompleks, bisa saja memakan waktu lebih dari 6 bulan.
Apakah sistem ERP bisa menggantikan karyawan?
Sistem ERP bukan menggantikan, tetapi mengotomatiskan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya administratif untuk mempermudah karyawan menginput pekerjaan sehari-hari dengan lebih cepat, akurat dan efisien. Hasil yang olahan data yang didapatkan untuk melapor ke atasan pun juga dapat diperoleh dengan cepat dan instan.
Peran Sistem ERP untuk Pertumbuhan Perusahaan
ERP system merupakan inovasi teknologi dalam bidang bisnis yang memberikan sejumlah manfaat besar bagi petumbuhan perusahaan. Seiring dengan perkembangan zaman, sistem ERP juga mengalami evolusi, dimulai dari pengembangan terbatas hanya untuk produksi, kemudian dikembangkan menjadi ERP hingga lahir ERP dengan jenis cloud. Kelahiran ragam jenis program ERP ini membuktikan pasar ERP adalah pasar yang diminati dan dibutuhkan oleh para pelaku bisnis. Namun semakin berkembang sistem ERP, semakin beragam pula jenis dan jenama yang memiliki masing-masing fitur unggulan tersendiri sehingga Anda harus mencari tahu dengan teliti software ERP apa yang Anda inginkan dan sesuai dengan perusahaan Anda. Dimulai dari menentukan apakah akan menggunakan model sistem ERP on premise, cloud, atau hybrid berdasarkan kebutuhan perusahaan. Setelah memilih, Anda dapat mulai mencari brand-brand ERP yang menyediakan model sistem ERP tersebut dan mengajukan konsultasi terkait fitur, keamanan data, implementasi, dan lainnya. Sebagai contoh, jika Anda ingin menggunakan software ERP model cloud dengan harga terjangkau, ECOUNT dapat menjadi pilihan yang tepat karena menyediakan semua fungsi dengan pengguna tak terbatas dalam satu harga. Berikut fitur-fitur unggulan yang ada di ECOUNT ERP:
- Laporan real time yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja baik itu laporan stok, akuntansi, pembelian dan penjualan dan lain-lain.
- Pengguna tak terbatas (unlimited users) tanpa biaya tambahan.
- Fitur barcode untuk mempermudah penginputan barang.
- Pemeliharaan dan upgrade gratis tanpa biaya tambahan.
- Fitur pembelian dan penjualan terhubung dengan akuntansi.
- Fitur BOM untuk penginputan produksi otomatis.
- ECOUNT juga menyediakan menu Groupware untuk share pekerjaan antar pengguna dan pengajuan persetujuan elektronik (e-approval).
- Kelola data karyawan dalam satu sistem, dan hitung gaji serta cetak slip gaji secara otomatis.
Selain itu, ECOUNT menyediakan jasa training dan konsultasi secara gratis yang tentunya akan membantu tim di perusahaan Anda untuk menjalankan implementasi yang mulus. Mengimplementasikan ERP system bukan sekadar tentang membeli perangkat lunak baru, melainkan tentang investasi strategis untuk masa depan bisnis Anda. Meskipun prosesnya memiliki tantangan tersendiri, namun jika tantangan tersebut berhasil dilewati, manfaat jangka panjang yang didapatkan jauh lebih besar. Dengan pemilihan sistem ERP yang tepat, implementasi yang efektif, perusahaan Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.