Would you like to visit another country's site?

Panduan dan Rekomendasi Mencari Software Manufaktur Terbaik Bisnis manufaktur atau produksi merupakan bisnis yang mengolah bahan baku melalui serangkaian proses yang melibatkan mesin maupun tenaga manusia yang menghasilkan barang jadi yang siap dijual. Tiap produk memiliki nilai berharga yang didapat dari penggunaan bahan baku dan biaya-biaya yang berkaitan dengan produksi sehingga pencatatan dan pengelolaan proses produksi tidak dapat disepelekan dan harus dikontrol dengan benar. Namun pada praktiknya, hambatan-hambatan pasti akan dirasakan terutama jika perusahaan yang dikelola mencatat segalanya secara manual yang akibatnya menyulitkan pemilik perusahaan untuk mendapatkan data yang benar. Oleh karena itu software manufaktur hadir untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, terlebih di era digitalisasi tahun 2026 saat ini di mana teknologi sangat berkembang sehingga software manufaktur memiliki banyak jenis dan fungsi. Artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami lebih dalam mengenai software manufaktur, fungsi dan fiturnya juga rekomendasi bagaimana memilih software manufaktur terbaik untuk perusahaan Anda.

Apa itu Software Manufaktur?

Software manufaktur atau software produksi adalah sistem perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengelola dan mencatat proses produksi di sebuah pabrik atau perusahaan manufaktur. Software ini membantu untuk mempermudah karyawan dalam mencatat dan memantau stok dalam proses produksi serta menghitung biaya yang diperlukan dalam memproduksi sebuah barang. Dengan menggunakan software manufaktur, semua proses produksi mulai dari perencanaan, persiapan, proses produksi hingga ke perhitungan biaya dapat dilakukan secara otomatis dan meningkatkan efisiensi pekerjaan tim serta memudahkan manajemen untuk mendapatkan laporan dengan cepat.

Panduan dan rekomendasi memilih software terbaik di Indonesia.

Fitur Utama Software Manufaktur

Software manufaktur utamanya berfungsi sebagai pengelolaan data produksi yang hasilnya digunakan untuk menganalisa seberapa efektif produksi yang dilakukan, mulai dari jumlah kuantitas yang diproduksi hingga ke biaya produksi yang dihabiskan. Untuk lebih mendalami detail fungsi-fungsi dari software produksi, berikut adalah beberapa fungsi utama yang biasanya dikelola oleh sistem ini:

Pengelolaan Persediaan (Bahan Baku, Barang Setengah Jadi, Barang Jadi)

Salah satu fokus utama perusahaan produksi menggunakan software manufaktur adalah untuk mempermudah pengawasan pergerakan stok dan mengetahui dengan cepat stok yang tersedia, baik itu bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi. Hal ini penting untuk diawasi agar tidak terjadi kekurangan stok bahan baku maupun penumpukkan stok yang dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan. Oleh karena itu fitur pengelolaan stok yang real time menjadi fitur paling utama dan basic yang dicari dalam sebuah software manufaktur.

Bill of Materials (BOM)

Fitur Bill of Materials dibutuhkan untuk menyusun daftar lengkap bahan baku yang digunakan untuk memproduksi barang jadi. Fitur ini juga dapat diibaratkan seperti resep yang menyimpan daftar takaran bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah barang jadi. Fitur BOM ini penting karena menjadi kunci pengontrolan dari penggunaan bahan baku dan menjaga kualitas barang yang diproduksi agar selalu sama.

Production Plan

Fitur ini berfokus untuk menentukan jadwal kapan barang harus diproduksi dan target harian yang harus dicapai untuk memenuhi permintaan pelanggan. Beberapa software manufaktur juga melengkapi fungsi ini dengan mengikutsertakan jadwal mesin yang beroperasi dalam rencana produksi sehingga tim dapat memantau hasil produksi per mesin dan memaksimalkan jadwal rotasi mesin untuk mencapai hasil yang maksimal.

Material Requirements Planning (MRP)

Fitur ini digunakan untuk menghitung berapa banyak bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah barang dan kapan harus dipesan dan kapan harus sampai agar produksi tidak terhenti. Fitur ini penting untuk memastikan persediaan bahan baku tetap terjaga agar proses produksi berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Jenis Software Manufaktur

Software manufaktur pada dasarnya dirancang untuk mengotomatisasikan, melacak dan mengoptimalkan proses produksi dari hulu ke hilir. Namun pada praktiknya, software ini terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan fungsi penerapannya. Berikut adalah penjelasan detail mengenai jenis-jenis software produksi secara umum.

ERP Manufaktur (Enterprise Resource Planning)

ERP pada dasarnya adalah sebuah software yang digunakan perusahaan untuk mencatat operasional perusahaan semua divisi dan saling mengintegrasikannya. ERP dapat disebut sebagai tulang punggung perusahaan karena software ini mengintegrasikan seluruh departemen (manufaktur, pembelian, penjualan, akuntansi, dll.) ke dalam satu sistem terpusat. Karena sistem ini mencakup semua departemen, produksi dan manufaktur juga termasuk ke dalam program ERP ini juga. Software manufaktur ERP ini lebih berfokus kepada pencatatan hasil produksi dan penggunaan bahan baku serta analisa hasil laporan yang nantinya dapat dikoordinasikan dengan departemen lainnya seperti akuntansi untuk menghitung biaya yang sudah dihabiskan atau diperlukan ketika memproduksi sebuah barang jadi. Software manufaktur ERP juga banyak digunakan oleh perusahaan baik dalam skala besar maupun skala kecil karena menjadi jawaban all in one untuk semua kebutuhan perusahaan.

MES (Manufacturing Execution System)

Software manufaktur ini lebih berfokus untuk mengontrol dan mengelola proses produksi secara real-time di lantai produksi (shop floor). Sistem ini dirancang untuk mengontrol, mengawasi dan mengelola proses produksi mulai dari awal hingga akhir. Jika ERP bekerja lebih ke arah perencanaan dan analisa, maka MES bekerja sebagai executor yang memastikan rencana tersebut terealisasi dengan baik. MES biasanya dioperasikan langsung pada mesin produksi atau terhubung ke beberapa mesin sekaligus. Operator produksi dapat menetapkan standar produksi dan memantau prosesnya mulai dari persiapan bahan baku hingga ke barang jadi melalui software MES tersebut. Umumnya MES digunakan oleh perusahaan industri manufaktur besar yang memproduksi barang dalam jumlah besar dengan standar yang tinggi. Software ini juga dapat dihubungkan ke sistem ERP model open source sehingga kinerja antara ERP dan MES dapat saling berkesinambungan di mana ERP yang merencanakan produksi dan MES yang mengeksekusi rencana dari ERP dengan detail.

Software manufaktur terbagi menjadi 2 jenis; 1. Software Manufaktur ERP 2. Manufacturing Execution System (MES).

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Software Manufaktur?

Perusahaan manufaktur butuh untuk menggunakan software bukan hanya sekadar untuk digitalisasi, namun juga untuk mempermudah pekerjaan dan mengatasi kompleksitas yang tidak bisa lagi ditangani secara manual. Berikut beberapa alasan fundamental mengapa bisnis butuh untuk menggunakan software produksi:

Akurasi Persediaan dan Biaya (HPP)

Permasalahan stok adalah hal yang langganan terjadi dalam industri manufaktur di mana laporan yang diterima di atas kertas dapat berbeda dengan jumlah stok di lapangan. Ketika selisih data terjadi tentunya juga akan mempengaruhi perhitungan biayanya. Software manufaktur dapat membantu mengatasi masalah tersebut karena software ini dirancang untuk mencatat, mengawasi dan mengontrol penggunaan bahan baku dan barang jadi. Lewat fitur Bill of Material, sistem akan membantu menghitung bahan baku yang dibutuhkan sehingga produksi dapat dilakukan dengan tepat. Lewat kontrol ketat, ketika terdapat selisih data dengan stok aktual akan memudahkan tim melakukan penelusuran karena sistem mencatat semuanya akurat. Sejalan dengan akurasi persediaan, biaya yang ditimbulkan juga dapat dengan mudah dihitung dan dianalisa sehingga membantu manajemen memantau perkembangan dan mengambil keputusan.

Standardisasi Kualitas dan Kepatuhan

Dengan adanya software manufaktur akan membentuk standar yang kuat, baik standar yang diperuntukkan produk maupun standar untuk kinerja operasional. Software manufaktur membutuhkan data yang akurat untuk dijadikan standar dalam memproduksi barang. Kemudian mengikuti standar yang ditetapkan pada software produksi, operator juga wajib memiliki aturan untuk menjaga kualitas produksi sehingga wajib dibuat juga standar operasional. Kepatuhan dalam menjalani standar ini akan menjaga kualitas barang dan menjaga nama baik perusahaan.

Analisa Hasil Laporan

Salah satu fungsi menggunakan software manufaktur adalah untuk membantu pencatatan dan pengumpulan data secara otomatis dan real time. Software manufaktur akan memproses dan menghasilkan data dalam bentuk laporan yang dapat diperoleh dengan cepat. Dengan bantuan software seperti ini, tim tidak perlu lagi untuk lembur atau menghabiskan banyak waktu untuk membuat laporan manual. Cukup sekali klik, software produksi akan menghasilkan laporan sekejap mata. Data ini dapat digunakan untuk menganalisa kinerja produksi keseluruhan sehingga manajemen dapat memantau produksi yang dijalankan sudah efisien atau memerlukan improvement di area tertentu.

Perencanaan Kebutuhan Bahan

Salah satu tantangan terbesar manufaktur adalah koordinasi pengadaan yang tepat waktu dan sasaran. Kegiatan produksi harus dijalankan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pengiriman barang ke konsumen, oleh karena itu persediaan bahan baku juga harus dijaga agar tidak terjadi kekosongan. Jika terjadi kekosongan, maka kegiatan produksi tidak dapat dilakukan dan menimbulkan dampak ke berbagai hal yang mengakibatkan kerugian. Software manufaktur dirancang untuk membantu perhitungan kebutuhan bahan dan mencegah terjadinya kekosongan bahan. Lewat fitur MRP (Material Requirement Planning), sistem akan menghitung bahan yang dibutuhkan untuk kebutuhan produksi dan merancang kapan harus memesan ke vendor agar bahan datang tepat waktu.

Rekomendasi Memilih Software Manufaktur Terbaik

Memilih software manufaktur seringkali menjadi proses yang membingungkan sekaligus berisiko tinggi. Kesalahan dalam memilih sistem tidak hanya membuang biaya, tetapi juga bisa menghambat alur kerja seluruh tim. Di bagian ini, kami akan memberikan rekomendasi saran apa saja hal yang perlu disiapkan dan dipertimbangkan oleh pelaku usaha industri manufaktur untuk memilih software produksi terbaik untuk membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.

1. Pastikan Kebutuhan dan Target

Hal pertama yang perlu dipastikan sebelum mulai memilih software manufaktur adalah membuat daftar kebutuhan apa saja yang diperlukan ketika menggunakan software manufaktur. Banyak perusahaan hanya berkata “butuh untuk pakai software” tapi tidak menentukan dengan jelas arahan seperti apa sistem manufaktur yang diinginkan. Akibatnya, tim kebingungan untuk menentukan prioritas sehingga bisa saja menemui risiko salah pilih software. Anda dapat mencari tahu kendala yang terjadi yang menghambat proses produksi untuk mendapatkan gambaran software manufaktur seperti apa yang Anda butuhkan. Di fase ini, pastikan juga apakah yang Anda butuhkan lebih ke arah pengolahan database all in one seperti ERP, atau lebih ke arah kontrol lapangan seperti MES. Kemudian, jangan lupa untuk menentukan target hasil apa yang Anda harap dapatkan sesudah menggunakan software produksi.

2. Cari Informasi Penyedia Jasa Software Manufaktur

Setelah mengetahui kebutuhan dan jenis software manufaktur apa yang dibutuhkan, Anda dapat mulai mencari vendor software manufaktur yang relevan dengan kebutuhan Anda, apakah jenis MES atau ERP. Jangan ragu untuk bertanya kepada tim sales mengenai fitur-fitur yang disediakan dan pastikan sesuai dengan check list fungsi kebutuhan yang sudah dibuat sebelumnya. Anda juga dapat meminta demo sistem di mana Anda dapat melihat contoh bagaimana sistem berjalan. Dan sedikit tips, tidak hanya sebatas fungsi, tanyakan hal lainnya selain fungsi seperti jumlah pengguna yang dapat menggunakan software, bagaimana pelatihan software dijalankan, dan keamanan database. Hal ini dapat menjadi pertimbangan tambahan apabila Anda memiliki beberapa nama software manufaktur yang semuanya menyediakan fungsi yang Anda butuhkan.

3. Pastikan Harga Sesuai Anggaran

Jika Anda memiliki batas anggaran tertentu dalam mencari software manufaktur, tanyakan mengenai harga dengan seksama kepada tim sales. Pastikan rincian dari harga yang diinformasikan apakah sudah termasuk dengan biaya upgrade, biaya training/pelatihan sistem, dan lainnya. Atau pastikan apakah ada hal lain yang membutuhkan biaya tambahan karena jangan sampai Anda dikenakan biaya tambahan lain-lain setelahnya yang pada akhirnya menyebabkan anggaran membesar dan melampaui batas.

Rekomendasi memilih software manufaktur terbaik antara lain: memastikan kebutuhan dan target, mencari informasi penyedia jasa software manufaktur, memastikan harga sesuai anggaran.

Software Manufaktur ECOUNT ERP

ECOUNT ERP adalah salah satu sistem ERP cloud terkemuka di Indonesia yang di dalamnya juga menyediakan software manufaktur yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Berdiri di tahun 1999 di Korea Selatan, ECOUNT kini memiliki banyak cabang di berbagai negara seperti US, Vietnam, China, Thailand, Malaysia, Taiwan, Uzbekistan dan juga Indonesia dengan lebih dari 80.000 perusahaan pengguna di seluruh dunia. Dengan fitur lengkap dalam harga terjangkau menjadikan ECOUNT ERP pilihan yang tepat untuk perusahaan UMKM produksi yang butuh menggunakan software manufaktur tanpa perlu keluar biaya banyak. Beberapa fungsi manufaktur yang disediakan oleh ECOUNT antara lain:

1. Bill of Material (BOM)

Bill of Material atau disingkat BOM adalah fitur untuk memasukkan daftar dan jumlah bahan baku maupun sub-rakitan yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah barang jadi. BOM kerap dianalogikan sebagai “resep” untuk menjamin kualitas barang yang digunakan tetap terjaga karena mengikuti panduan yang sudah dibuat dalam fitur BOM ini. ECOUNT menyediakan fitur BOM untuk memudahkan tim produksi menghitung kebutuhan bahan yang diperlukan untuk produksi dan menarik informasi daftar bahan dan jumlah yang dibutuhkan untuk selanjutnya dikirim/dicetak ke tim produksi sebagai arahan produksi. Selain itu, Anda juga bisa mendaftarkan beberapa versi BOM dengan list bahan baku yang berbeda dan menerapkannya ke dalam proses produksi.

2. Material Requirement Planning (MRP)

ECOUNT juga menyediakan menu MRP atau Material Requirement Planning. Fungsi ini membantu tim produksi untuk menghitung dan merencanakan bahan yang dibutuhkan berdasarkan jumlah pesanan produksi. Menu ini terhubung dengan pesanan sehingga Anda dapat langsung menarik data pesanan setiap kali ingin menghitung perkiraan stok bahan yang dibutuhkan. Sistem akan menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan dan menentukan apakah butuh untuk memesan bahan baku tambahan setelah mengecek ke persediaan stok bahan terkini. Hasil dari perhitungan MRP juga dapat ditarik ke menu pembelian sehingga tim purchasing atau pengadaan dapat langsung memproses pemesanan bahan baku.

3. Perintah Kerja

Perintah Kerja merupakan fungsi untuk menginput jumlah produksi yang ditargetkan atau yang dipesan dan memantau keseluruhan proses. Perintah kerja juga biasa disebut SPK (Surat Perintah Kerja) karena memuat data tentang produksi barang yang harus dikerjakan. Tim produksi juga dapat memilih versi BOM yang digunakan untuk produksi dan menarik data dari daftar bahan baku versi BOM yang ditentukan. Dari slip Perintah Kerja, Anda dapat menarik data mulai dari daftar bahan baku yang digunakan, hingga sampai mana proses produksi yang sudah berjalan beserta dengan jumlah bahan yang dikonsumsi/dihabiskan untuk produksi tersebut. Menu Perintah Kerja juga terhubung dengan menu Pesanan dan Pembelian sehingga memudahkan koordinasi dengan bagian terkait.

4. Perhitungan Biaya Produksi

Anda dapat menghitung berapa biaya penggunaan bahan baku produksi berdasarkan metode FIFO atau Rata-rata. Tidak hanya biaya bahan baku, Anda juga dapat memasukkan biaya tambahan terkait produksi dan mengecek total harga pokok penjualan (HPP). Biaya-biaya ini juga akan terhubung langsung dengan laporan keuangan karena software manufaktur ERP adalah sistem software yang terhubung dari satu modul ke modul lainnya. Selain perhitungan biaya, ECOUNT juga menyediakan fitur untuk mengecek rasio keuntungan yang diterima per barang sehingga memudahkan Anda untuk memantau segalanya, tidak hanya dari sisi produksi tapi juga dari sisi laporan keuangan dan laporan penjualan.

5. Fitur Stok Aman

Selain fitur MRP, ECOUNT juga menyediakan fitur stok aman di mana Anda dapat mengatur batas aman untuk stok yang dimiliki dan menerima pemberitahuan ketika jumlah stok mencapai batas jumlah yang diatur. Fitur ini dapat diatur tidak hanya di menu produksi namun juga menu pesanan dan penjualan sehingga Anda dapat mengontrol stok tidak hanya bahan baku melainkan juga barang jadi. Fitur stok aman akan sangat membantu untuk double check stok yang mencapai batas sehingga risiko keterlambatan produksi dan pengiriman barang ke konsumen dapat dihindari.

6. Modul Produksi yang Terhubung dengan Modul Lainnya

Salah satu kelebihan software manufaktur ECOUNT ERP adalah terhubung dengan menu-menu lainnya seperti menu penjualan, pembelian dan akuntansi. Hal ini tentu akan memudahkan kinerja tim Anda karena mengolah data yang sama mulai dari penjualan – produksi – pembelian – hingga ke akuntansi. Manajemen juga dapat langsung melihat hasil laporan produksi secara real time karena ECOUNT ERP adalah ERP berbasis web sehingga setiap kali tim Anda menginput data, akan langsung tercatat dalam sistem dan diolah datanya secara instan untuk menghasilkan laporan yang diinginkan.

Selain fitur khusus produksi yang disebutkan di atas, ECOUNT juga menyediakan modul dan fitur lainnya seperti penjualan, pembelian, akuntansi dan penggajian yang mempermudah pekerjaan antar divisi di perusahaan Anda karena modul-modul yang saling terhubung. Selain itu, Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya pengguna karena di ECOUNT Anda dapat mendaftarkan pengguna sebanyak yang Anda inginkan tanpa biaya tambahan. Semua modul dan pengguna tanpa batas hanya 700.000 per bulan. Biaya tersebut juga sudah termasuk pemeliharaan dan pembaruan sistem, training dan konsultasi dengan tim CS gratis.

Software manufaktur ECOUNT menyediakan berbagai fitur yang berkaitan dengan produksi seperti Bill of Material (BOM), Material Requirement Planning (MRP), Perintah kerja, perhitungan biaya produksi, stok aman, dan modul produksi yang terhubung dengan modul lainnya.

Penutup

Penggunaan software manufaktur untuk industri produksi saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk memperlancar kinerja karyawan dan perusahaan. Software produksi sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu software manufaktur ERP dan MES. Software manufaktur ERP lebih berfokus ke pencatatan dan pengolahan data keseluruhan yang cocok digunakan untuk usaha produksi level kecil dan menengah (UMKM). Kemudia software manufaktur MES adalah software produksi yang lebih mengutamakan pengawasan atau kontrol di lapangan, yang tepat digunakan untuk perusahaan produksi dengan level besar yang memiliki banyak mesin. Anda dapat memilih software manufaktur sesuai kebutuhan, apakah akan menggunakan software manufaktur dengan jenis ERP ataupun MES. Pelajari terlebih dahulu kebutuhan perusahaan, kemudian carilah vendor penyedia yang sesuai dengan daftar kebutuhan Anda. Jangan lupa untuk memastikan harga dan fitur yang tersedia, apakah harga yang diberikan sepadan dengan fitur yang disediakan seperti ECOUNT ERP. ECOUNT ERP menyediakan semua fitur software produksi yang dibutuhkan dan terhubung dengan modul lainnya dalam satu harga terjangkau hanya Rp. 700.000 per bulan tanpa batasan pengguna!