Would you like to visit another country's site?

Bill of Materials: Pengertian, Bagaimana Cara kerjanya, dan Kenapa hal ini Penting untuk Perusahaan Anda

Apa Itu BOM

Bill of Materials atau yang sering disingkat sebagai BOM mengacu ke dokumen-dokumen yang memberi gambaran sebuah proses manufaktur. Biasa diasosiasikan dengan pembuatan sebuah produk akhir, dimana pembuatan tersebut membutuhkan komponen-komponen seperti bahan baku, proses pengolahan bahan tersebut menjadi produk akhir.

Point Penting

  • BOM membantu mengindentifikasikan barang-barang yang akan digunakan di proses produksi, Hal tersebut juga digunakan sebagai instruksi / panduan dalam pembuatan sebuah produk dan catatan penggunaan barang / bahan dalam proses produksi.
  • BOM mempermudah estimasi biaya pembelian material, mengoptimalkan pengendalian inventaris, dan meminimalisir penundaan dan pemborosan produksi.
Alur Produksi yang dikonsiderasi sebagai bagian dari BOM Production Process

Tujuan dari BOM

1. Mengetahui Kebutuhan Bahan Baku

BOM digunakan untuk mengetahui berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduski barang yang ingin dibuat, meminimalisir potensi pemborosan bahan baku saat produksi.

2. Mengoptimalkan Koordinasi Antar Devisi

BOM membantu untuk meningkatkan koordinasi antar divisi, hal tersebut memperjelas tugas dan kontribusi yang dilakukan setiap divisi dalam sebuah perusahaan manufaktur.

3. Membantu Penentuan Harga Jual Sebuah Produk

Dengan BOM, perushaan dapat mengetahui potensi kerugian dan keuntungan yang bisa didapatkan, hal tersebut mempermudah penentuan harga jual sebuah produk

Alur Produksi yang dikonsiderasi sebagai bagian dari BOM Production Process

Bagaimana cara kerjanya

BOM membantu perusahaan dalam merincikan proses-proses yang dibutuhkan untuk membuat produk jadi, ini membantu untuk menghitung komponen, waktu, dan budget yang dibutuhkan untuk melakukan proses manufaktur. Agar BOM terstruktur dengan rapi dan jelas dipahami, atur setiap tahap produksi secara terstruktur. Dengan penyusunan yang benar, proses produksi dapat berlangsung tanpa hambatan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk memastikan bahwa semuanya lengkap:

1. Mengidentifikasikan Kebutuhan Komponen

BOM biasanya berkerja secara bertahap, hal tersebut terpisah menjadi 3 level:
Level 0: Produk akhir
Level 1: Sub perakitan yang dibuat sebagai fondasi produk akhir
Level 2: Bahan Baku yang dibutuhkan untuk sub perakitan / Produk setengah jadi (WIP)

2. Identifikasi dan Klasifikasikan Komponen

Kelompokkan item dalam Bill Of Material sesuai dengan fungsinya, seperti bahan dasar, komponen, atau rakitan setengah jadi. Dengan pengelompokan yang akurat, tim produksi dan pengadaan dapat lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan material dan perannya dalam proses produksi.

3. Tetapkan Nomor dan Nama komponen Dengan Konsisten

Setiap komponen dalam Bill Of Materials harus memiliki nomor dan nama komponen yang jelas dan unik. penomoran yang teratur memfasilitasi identifikasi komponen dalam dokumen teknis, inventaris, sampai saat pemesanan ke pemasok. Terapkan standar penamaan dan penomoran secara konsisten.

4. Catat dan Tentukan Jumlah dan Satuan Penggunaan

Pastikan dan catat jumlah tiap kompenen dengan tepat untuk mencegah kelebihan atau kekurangan persediaan. Tentukan satuan pengukuran seperti kilogram, meter, liter, atau unit sesuai dengan norma industri. Rincian ini sangat penting dalam penghitungan kebutuhan bahan dan perencanaan produksi.

5. Tentukan Sumber Pembelian Material

Sertakan data mengenai proses mendapatkan setiap material dalam Bill Of Materials, baik melalui produksi internal maupun pembelian dari vendor. Apabila membeli bahan, lampirkan daftar penyuplai beserta waktu pengiriman agar persediaan hadir tepat waktu.

6. Tentukan Sumber Pembelian Material

Sertakan data mengenai proses mendapatkan setiap material dalam Bill Of Materials, baik melalui produksi internal maupun pembelian dari vendor. Apabila membeli bahan, lampirkan daftar penyuplai beserta waktu pengiriman agar persediaan hadir tepat waktu.

7. Melakukan Evaluasi BOM Secara Reguler

Pastikan melakukan pengecekan Bill Of Materials secara berkala untuk memastikan bahwa data tetap tepat dan sejalan dengan perubahan rancangan atau proses produksi. Pembaruan secara konsisten akan mencegah kesalahan yang disebabkan oleh penggunaan informasi yang tidak lagi relevan. Dengan software BOM, perusahaan bisa mengotomatisasi Bill Of Materials dengan cepat.

pemisahaan kategori barang dalam Bill of Materials (BOM), Kategori barang yang digunakan di produksi: Bahan Baku, Produk Setengah Jadi, Produk Akhir

Struktur BOM

1. Struktur Standar

Struktur BOM standar adalah proses dimana produk yang diproduksi hanya melalui 1 proses, bahan baku akan langsung diproses menjadi produk akhir. Struktur ini hanya menampilkan bahan atau bagian yang langsung dibutuhkan untuk membuat satu produk.

Berikut adalah skema dari Singular Bill  of Materials

2. Struktur Modular

Seperti halnya Singular BOM, Modular BOM juga berisi daftar bahan baku dan jumlah yang diperlukan untuk memproduksi barang jadi. Namun, untuk produk manufaktur yang kompleks, BOM ini bisa memiliki beberapa sub-tingkat yang menjadi bagian ke dalam BOM tingkat teratas yang final.

Dalam Modular BOM, tingkat teratas berfungsi sebagai produk akhir (Finish Product), sedangkan tingkat kedua yang terdiri dari satu atau lebih komponen yang dicampur atau dirakit berfungsi sebagai produk setengah jadi (Semi Finish Product). Proses ini dapat berulang untuk tingkat ketiga, keempat, dan tingkat selanjutnya, di mana perusahaan manufaktur tersebut mungkin memiliki integrasi vertikal yang cukup untuk Memproduksi sub-perakitan atau formulasinya sendiri untuk ditambahkan ke komponen lain, sehingga dapat menyuplai tingkat di atasnya.

Berikut adalah skema dari Modular Bill of Materials

Tipe-Tipe BOM

Sales Bill of Materials (SBOM)

SBOM mencantumkan produk dan komponen yang diperlukan untuk membuat produk sesuai dengan pesanan pelanggan. BOM ini dikembangkan dari pesanan penjualan dan mencakup produk jadi maupun komponennya, sebagaimana tercantum dalam catatan penjualan.

Manufacturing Bill of Materials (MBOM)

MBOM digunakan selama proses produksi berjalan. BOM ini mengidentifikasi bagian-bagian dan perakitan yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang siap dikirim, termasuk pengemasan, serta memperhitungkan limbah sisa produksi dan item yang habis dikonsumsi dalam proses produksi. MBOM mengidentifikasi kelompok bagian yang dibutuhkan pada setiap tahap proses produksi dan menyediakan informasi tentang proses yang diperlukan oleh berbagai bagian sebelum dirakit. Hal ini membantu menentukan kapan material harus dibeli dan kapan berbagai proses manufaktur harus dimulai untuk memenuhi tanggal pengiriman yang dijadwalkan.

Production Bill of Materials

BOM produksi bertindak sebagai fondasi untuk perintah kerja produksi dan mencakup komponen serta rakitan yang membentuk suatu produk. Seiring berjalannya produksi, komponen-komponen tersebut diubah menjadi produk jadi.

Modular Bill of Materials

BOM modular memecah produk menjadi unit-unit atau sub-rakitan mandiri yang terpisah, yang dapat dirakit, diganti, atau ditingkatkan secara independen. Pendekatan ini menyederhanakan produksi, mendukung kustomisasi produk, dan dapat mempermudah perawatan. BOM jenis ini umum digunakan dalam industri seperti otomotif dan elektronik.

Keuntungan dari BOM

BOM(Bill of Materials) bukan hanya sekedar daftar, ini adalah dokumen fundamental yang memberikan struktur, akurasi, dan efisiensi pada proses manufaktur. BOM memberikan keuntungan-keuntungan seperti berikut:

  • Mengurangi ketidakakuratan: Dengan mencantumkan setiap item yang diperlukan beserta spesifikasinya secara jelas, BOM meminimalkan risiko human error selama produksi. Hal ini meningkatkan akurasi pembuatan produk dan membantu menghindari pengerjaan ulang yang memakan banyak biaya.
  • Ketersediaan barang: Dengan adanya BOM, tim pembelian dan perencanaan dapat memastikan bahwa semua bagian dan material yang diperlukan tersedia dalam jumlah yang tepat sebelum produksi dimulai. Hal ini meminimalkan ketidakakuratan inventaris dan membantu menjaga jadwal produksi.
  • Pengendalian biaya: BOM yang mendetail memungkinkan perusahaan untuk memperkirakan biaya produksi secara akurat dengan memperhitungkan setiap komponen yang terlibat. Hal ini mempermudah penganggaran yang lebih baik, mendukung negosiasi dengan pemasok berdasarkan volume, dan membantu mengidentifikasi peluang optimalisasi biaya melalui penggantian suku cadang yang strategis.
  • Ketersediaan barang: Dengan adanya BOM, tim pembelian dan perencanaan dapat memastikan bahwa semua bagian dan material yang diperlukan tersedia dalam jumlah yang tepat sebelum produksi dimulai. Hal ini meminimalkan ketidakakuratan inventaris dan membantu menjaga kelancaran produksi.

Memaksimalkan efisiensi BOM dengan ECOUNT ERP

Membuat sebuah BOM secara manual bisa memakan banyak waktu dan berpotensi tinggi untuk terjadi kesalahan, oleh karena itu, penggunaan sistem inventaris atau ERP bisa membantu mengotomatiskan proses pengembangannya.

ECOUNT ERP bisa menjadi Solusi anda dalam mengembangkan BOM dan mengoptimalkan pencatatan produksi anda, sistem kami menyediakan fitur-fitur seperti sistem inventaris, produksi, hingga pencatatan keuangan yang berkoneksi secara bersamaan dan dapat menciptakan laporan-laporan yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan proses manufaktur anda, berikut fitur-fitur yang kami berikan untuk mempermudah pencatatan produksi anda:

1. Pengelolaan Kuantitas di Setiap Proses

Semua jumlah persediaan yang berhubungan dengan proses ditangani secara otomatis. Kuantitas bahan baku/penambah yang dimasukkan ke dalam proses produksi akan berkurang, sementara jumlah barang jadi meningkat sesuai dengan BOM. Dengan kata lain, rincian persediaan yang bertambah atau berkurang dalam produksi langsung terlihat dalam inventaris, sehingga Anda dapat mengamati jejak lengkap kapan dan di mana material tersebut digunakan, serta ke mana dipindahkan. Rincian riwayat persediaan seluruh item dapat diakses secara cepat dalam bentuk laporan melalui fitur pencarian yang intuitif di dalam ERP. Selain itu, Anda bisa dengan mudah memantau barang yang dihasilkan dan dikonsumsi selama periode tertentu berdasarkan produk, sehingga mempermudah pengelolaan efektivitas produksi.

2. Perintah Kerja Otomatis

Pembuatan perintah kerja yang mengandung data detail mengenai material utama dan tambahan yang diperlukan untuk barang yang dihasilkan dilakukan secara otomatis. Perintah kerja yang telah selesai dapat langsung dikirimkan kepada PIC melalui email, dan informasi yang relevan dapat ditambah serta disesuaikan sesuai dengan standar yang diterapkan oleh perusahaan Anda. Selama proses produksi atau pemesanan, rincian perintah kerja yang dimasukkan dapat diakses kembali, memungkinkan pemrosesan pekerjaan yang lebih tepat. Selain itu, Anda dapat membandingkan rincian perintah kerja dengan hasil produksi yang sebenarnya, sehingga Anda dapat dengan mudah mengikuti perkembangan produksi dan memeriksa perbedaan antara jumlah konsumsi yang diantisipasi berdasarkan BOM dan jumlah konsumsi aktual dalam bentuk laporan.

3. Penanganan Produk Rusak

Anda dapat mengelola barang yang tidak sempurna yang muncul selama proses produksi. Ketika Anda memasukkan informasi mengenai barang yang tidak layak, jumlahnya akan secara otomatis berkurang sesuai dengan metode pengolahan yang dipilih, sehingga memungkinkan kontrol persediaan yang tepat. Selain itu, jenis kerusakan yang sering terjadi dapat dicatat dan rinciannya dapat dikelompokkan, dan data kerusakan yang terdaftar dapat diperiksa dalam formulir laporan yang membantu dalam menentukan tingkat kerusakan.

Jika anda ingin tahu lebih lanjut, silakan klik disini dan terhubung dengan team kami